Blitar-Minggu, 8 desember 2019 giliran Pendopo Kabupaten Banyuwangi yang akan dikunjungi, rombongan berangkat pukul 08.00 WIB setelah melakukan Check Out dari hotel Mirah Banyuwangi. Jarak antara hotel dengan pendopo tidak jauh hanya ditempuh 15 menit dari hotel tempat rombongan menginap. Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan rumah dinas Bupati Banyuwangi sejak masa pemerintahan Bupati Joko Supaat Slamet. Sebelumnya, pemerintahan kabupaten (Kantor Pemkab) menempati bangunan ini. Bangunan ini ada sejak berdirinya Kabupaten (atau disebut Regentschap pada masa kolonial Belanda) Banyuwangi, atau pada masa pemerintahan bupati pertama Tumenggung Wiroguno I atau Mas Alit. Seperti yang telah diceritakan oleh pemandu sekaligus penjaga pendopo menceritakan bahwa di pendopo ini syarat dengan mistis, dimana 4 tiang pendopo diambil dari kayu di hutan raung dan dipuncak pendopo terdapat keris yang ditancapkan sebagai kestabilan bangunan pendopo dengan bantuan supranatural dari 4 penjuru utara, selatan, barat dan timur, dan kayu dipendopo tersebut tidak bisa dipindah sejak kepemimpinan Tumenggung Wiroguno I, konon kabarnya, jika berkunjung kesana perlu menjaga tutur kata dan perilaku karena jika ada yang tidak sopan maka akan kerasukan penunggu pendopo. Selain pendopo itu sendiri, di rumah dinas Bupati Banyuwangi juga terdapat konsep ruangan bawah tanah yang telah ditata rapi, dimana ditempat tersebut beraromakan minyak wangi dengan khas lukisan jaman belanda, disana dijadikan ruang PKK, Dharma Wanita dan sebagainya. Disalah satu sudut kawasan pendopo dibangun rumah adat Osing, dan dibelakang rumah tersebut ada sumur yang konon di jadikan tempat bunuh diri oleh Sritanjung. Dari cerita sritanjung tersebutlah yang menjadi inspirasi terciptanya nama awal “BANYUWANGI”. –By rdnh
